Tak terasa semester satu telah terlewati, tinggal menunggu detik-detik menuju ujian semester . Tak terasa pula sudah beberapa bulan belajar fisika bersama pak Rudy. Banyak hal-hal dan pelajaran penting yang pernah di ajarkan oleh pak rudy. Mungkin dikalangan para murid, pelajaran fisika termasuk pelajaran yang sulit. Apalagi harus berutak-atik dengan banyak rumus, sejak kelas X untuk memahami pelajaran fisika haruslah dengan kerja keras, karena pelajaran ini termasuk pelajaran yang sering membuat saya pusing.
Pada saat saya sudah mendapat kelas baru yaitu XI IA 3 dan pembagian jadwal pelajaran, pak rudy lah guru yang pertama kali masuk sebelum hari saat jadwal pelajaran yang diajarkannya di mulai, saat masuk pak rudy menyampaikan tentang blog, klub di facebook, twitter, dan lain-lain.

Perasaan awal pertama kali Pak Rudy masuk masih biasa-biasa saja, dari minggu ke minggu belajar dengan pak Rudy sudah mulai terfikirkan kalau pak rudy adalah guru yang sangat disiplin dan selalu on time jika sudah masuk mata pelajaran beliau yaitu fisika. Tugas-tugas dari pak Rudy yang selalu menumpuk dan kadang dapat menjadi beban tersendiri, harus diselesaikan dengan tepat waktu.
Selain disiplin Pak Rudy ini juga sering membuat murid bertanya-tanya, apa yang akan dipelajari hari ini? Apakah akan ada ulangan atau test? Itulah selama ini yang ada di benak saya dan teman-teman. Selalu was-was dan tegang. Apalagi jika sudah mulai test mendadak dengan waktu yang sesingkat-singkatnya.

Namun, di balik itu semua pak rudy adalah guru humoris, beliau dapat mengencerkan suansana kelas dengan ocehan-ocehannya yang dapat membuat seisi kelas tertawa. Apalagi ketika telah menyelesaikan ulangan fisika, pak rudy kembali dengan lelucon nya yang menarik para siswa untuk tertawa bersama dan lupa akan ulangan yang baru saja diselesaikan.

Pak rudy juga guru yang inofatif, pak rudy menciptakan handphone canggih tanpa sentuh dan tak terlihat, sms hanya dengan berbicara dalam hati, melihat gambar hanya dengan menutup mata, dan itulah yang membuat para siswa kelas XI IA 3 tertawa terbahak-bahak karena sikap pak Rudy.
Menurut saya pak Rudy juga guru yang pengertian dengan siswanya, saya menyadarinya ketika saat itu kami mengerjakan ulangan tengah semester matematika dengan soal-soal yang tidak mudah, setelah itu pelajaran fisika dimulai namun entah dari mana saat itu pak Rudy tau kalau kami baru saja mengerjakan ulangan matematika, pak Rudy pun menyuruh kami untuk mencari posisi duduk yang paling enak dan memulai renungan yang banyak membuat siswa-siswi menangis.
Sebuah pelajaran penting yang saya ingat dari pak rudy, yaitu manfaat banyak tugas yang diberikan pak rudy, beliau berkata tugas itu jangan pernah dijadikan sebagai beban, tapi itu agar kita semua menjadi kuat dalam menghadapi berbagai masalah, agar kita semua sudah terbisa dengan berbagai persoalan dan masalah yang akan menimpa kita. Ikutilah hidup ini seperti air yang mengalir, jangan pernah menjadikannya sebagai beban karena pada akhirnya akan menyulitkan diri sendiri.
Sekian komentar saya pak, maaf kalau ada kata-kata yang menyinggung bapak.